5 Film Yang Dapat Menginspirasi Kamu Untuk Melakukan Perjalanan

Kamu suka nonton film? Genre film apa kesukaanmu? Action, drama, horror, thriller, romantic atau film Korea? Kalau aku sih senangnya nonton film action, adventure, film dokumenter dan kadang-kadang thriller. Naah, kalau kalian nonton film apa yang kalian nikmati? Jalan cerita, setting atau teknis pengambilan gambarnya, bintang filmnya yang cakep-cakep atau punya alasan lainnya?

Aku sangat senang memperhatikan detail dalam setiap pembuatan film. Baik itu siapa penulis naskah cerita, sutradara, aktor/aktrisnya dan juga setting cerita serta teknik pengambilan gambarnya (detail banget ya hehehe). Kadangkala untuk film-film tertentu aku pasti mengulang nonton, untuk sekedar tahu detailnya. Apalagi film itu merupakan sekuel dari film sebelumnya.

Okay, aku tidak akan membahas panjang lebar tentang insight sebuah film atau pembuatan sebuah film; tetapi aku sangat terkesan dengan 5 (lima) film yang akhirnya menginspirasiku untuk melakukan perjalanan. Secara keseluruhan kelima film yang aku rekomendasikan ini sangat kaya akan gambar yang melukiskan keindahan bentang alamnya. Kelima film ini sangat aku rekomendasikan bagi kalian yang gemar ber-adventure.

Sebenarnya masih ada beberapa film lagi sih, tapi 5 film cukuplah ya. Urutan nomor bukan berdasarkan peringkat. Silahkan disimak.

THE MOTORCYCLE DIARIES (2004)
Ernesto “Fuser” Guevara seorang calon dokter dan rekannya Alberto Granado seorang ahli biokimia, melakukan perjalanan gila melintasi Amerika Selatan sepanjang 14.000 km dengan menunggang sepeda motor usang Norton 500. Mereka memulai perjalanannya dari Buenos Aires, Argentina. Tujuan awal mereka melakukan perjalanan adalah bersenang-senang dan berpetualang, namun dalam proses perjalanan itu Guevara menemukan banyak pencerahan berharga dalam hidupnya. Ia melihat ketidak adilan, sikap diskriminatif hingga perbedaan pandangan yang berujung pemaksaan maupun penyiksaan. Hal inilah yang pada akhirnya mengubah cara pandang Guevara melihat dunia dan tujuan-tujuan di dalamnya.

Selang waktu kemudian kita mengenal Ernesto Guevara sebagai seorang dokter, pemimpin gerilya, diplomat dan revolusioner dengan pandangan politiknya Marxis Argentina yang anti-otoriter. Kebesaran nama Guevara dimulai dari perjalanan bersama kawan baiknya Alberto Granado melintasi Amerika Selatan. Mengadakan sebuah perjalanan dapat mengubah cara pandang kita terhadap dunia.

Jose Rivera, seorang penulis skenario pernah berucap “Setiap generasi membutuhkan kisah perjalanan. Setiap generasi membutuhkan cerita tentang apa yang harus diubah oleh pertemuan dengan budaya dan juga dengan orang-orang asing yang kamu temui. Generasi di rentang usia 15 hingga 25 tahun adalah generasi yang sempurna untuk berkeliling dengan menaiki sepeda motor. Jelajahi jalan, bawa ranselmu dan berpetualanglah.”

THE WAY (2010)
Thomas Avery (diperankan oleh Martin Sheen) memutuskan untuk melakukan perjalanan sentimentil di jalur kuno Camino de Santiago, sebuah rute ziarah agama Katholik menuju Katedral Santiago de Compostela, Galicia, Spanyol. Ia melakukan perjalanan ini karena kesedihan yang amat ketika mengetahui anaknya, Daniel – meninggal di Pyrenees dalam perjalanan menuju Camino de Santiago. Tom membawa serta abu jasad Daniel untuk menghormatinya dan bermaksud untuk menyebarkan abu Daniel ke laut.

Dalam perjalanannya, Tom bertemu dengan orang-orang yang juga melakukan perjalanan namun dengan tujuan masing-masing. Joost (Yorick van Wageningen) seorang ekstrovert berkebangsaan Belanda yang punya masalah dengan berat badannya. Sarah (Deborah Kara Unger), seorang Kanada yang berbohong melakukan ziarah untuk berhenti merokok; padahal ia lari dari suaminya yang kasar. Jack (James Nesbitt), seorang Irlandia dan penulis perjalanan. Ia yang bercita-cita menjadi penulis novel hebat namun menderita “dead-lock/writer’s block”. Perjalanan memorial ini menjadi mengharukan ketika sesekali Tom melihat bayangan Daniel yang tersenyum diantara orang-orang lain.

Jangan tanya lagi suguhan pemandangan indah di film ini. Juga jalinan cerita antar kwartet campuran dari berbagai bangsa ini. Kadang tujuan kita melakukan perjalanan memang berbeda, tetapi apa yang terjadi ketika dalam perjalanan itulah yang akan menjadi jalinan cerita yang menarik. Bukankah begitu teman-teman? Panggul ranselmu, yuuk lakukan perjalanan!

WILD (2014)
Berbekal kisah tragis yang terjadi dalam hidupnya, Cheryl Strayed (Reese Witherspoon) akhirnya rela meninggalkan Minneapolis, Minnesota untuk berjalan menyusuri Pacific Crest Train sepanjang 1100 mil. Semua itu ia lakukan untuk satu hal, penemuan dan penyembuhan dirinya dari rasa trauma. Bayangan kematian ibundanya yang terkena kanker, menjadi pecandu heroin dan seks bebas, kehamilan diluar nikah dan bubarnya pernikahan dengan sang suami menjadi pemicu Cheryl untuk menjadikan perjalanan ini sebagai ritual penebusan dirinya.

Cheryl berjalan kaki melintasi gersangnya Gurun Mojave di bagian selatan Clifornia hingga Kennedy Meadows. Bermalam di bawah hujan salju di California Utara, tersesat di jalan hingga Ashland, Oregon, bertemu dengan rombongan pemuda yang ramah di Mount Hood National Forest, hingga akhirnya Cheryl mencapai The Bridge of God di sungai Columbia yang membelah wilayah Oregon dan Washington. Disinilah ia mengakhiri perjalanannya selama 94 hari berjalan kaki.

Satu hal yang menyentuh ketika Cheryl bertemu dengan seorang anak laki-laki yang menyanyikan lagu “Red River Valley”. Saat itulah Cheryl memecah dan menangis, mengingat lagu itu biasa dinyanyikan oleh ibunya. 94 hari yang akhirnya mengubah jalan hidup Cheryl. Pemandangan alam yang memanjakan mata dan jalinan cerita penuh emosi, menjadikan film ini menginspirasi. Bahwa banyak pelajaran berharga yang akan kita jumpai dalam perjalanan itu benar adanya.

THE WAY BACK (2010)
Film ini sebenarnya bukan film petualangan seutuhnya, hanya saja kisah 8 orang melarikan diri dari kamp kerja paksa Rusia yang terdapat di Siberia menjadi menarik untuk disimak. Berlatar belakang Perang Dunia II, Janusz Wieszczek seorang Polandia ditahan oleh tentara Rusia dan didakwa sebagai mata-mata. Ia dijebloskan ke kamp kerja paksa Gulag di Siberia. Ia akhirnya melarikan diri dari kamp beserta kawan-kawannya; Mr. Smith yang seorang insinyur America, Valka seorang penjahat Rusia, Tomasz yang seniman Polandia, Voss imam dari Latvia dan Kazik, seorang Polandia penderita rabun ayam serta Zoran akuntan dari Yugoslavia.

Kisah pelarian para tawanan ini bergulir dengan apiknya hingga beberapa dari mereka menemui ajal karena kerasnya alam. Terpaan badai salju Siberia, melintasi Danau Baikal, digigit nyamuk hutan yang ganas, melewati jalur Ulan Bator yang gersang hingga menerjang lautan pasir Gurun Gobi yang mematikan. Kekurangan air, badai pasir, kulit terbakar dan sengatan matahari yang membuat fisik mereka menurun drastis. O ya, mereka melakukan perjalanan itu dengan berjalan kaki sejauh 4000 mil. Perjalanan tergila yang pernah dilakukan oleh manusia. Film ini adalah adaptasi kisah nyata. Kekompakan, kerjasama dan semangat mereka untuk tetap bertahan hidup serta tentu saja pemandangan alamnya sangat menginspirasi untuk melakukan perjalanan. Jangan lupa nonton ya!

THE SECRET LIFE OF WALTER MITTY (2013)
Apa jadinya ketika pekerjaan atau rutinitas mengungkung dan menjeratmu? Tentunya hidupmu akan menjemukan. Walter Mitty (Ben Stiller) seorang manajer aset negative foto “terpaksa” menjalani perjalanan jauh dan mendebarkan untuk mendapatkan negative foto nomor 25 yang diyakini hilang, padahal sudah dikirimkan oleh koleganya Sean O’Connell (Sean Penn). Negative foto nomor 25 itu menjadi sangat penting karena merupakan “saripati kehidupan” dari majalah Life tempat Mitty bekerja dan akan menjadi sampul terakhir penerbitan majalah sebelum berganti era menjadi penerbitan secara daring.

Berdasarkan tuntunan dari potongan-potongan negative film lainnya, Mitty melakukan perjalan tergila sepanjang hidupnya. Ia menyusul O’Connell menuju Greenland dan berjumpa dengan pilot yang mabuk berat, menceburkan diri ke dalam lautan sedingin es yang penuh ikan hiu, bersepeda hingga Islandia, menaiki longboard menuju desa Skógar hingga menantang gunung api Eyjafjallajökull yang tengah erupsi, melalui daerah konflik menuju Afghanistan hingga akhirnya berjumpa dengan O’Connell yang sedang memotret “The Ghost Cat” atau macan tutul salju yang langka.

Seandainya aku adalah Mitty, mungkin aku akan sibuk mengabadikan keindahan alam dengan kamera. Namun satu kalimat yang dikatakan O’Connell mengubah cara pandangku bahwa keindahan dalam sebuah perjalanan tak selalu harus diabadikan dengan mata kamera. Kadang kita hanya perlu menikmati dan menyimpannya dengan menggunakan mata hati dan mata jiwa.

Naah guys, itu adalah 5 film yang menginspirasiku melakukan perjalanan. Kalau kamu film apa yang menginspirasimu untuk melakukan perjalanan? Sharing dong…

#jelajahlangkah

Advertisements

39 Replies to “5 Film Yang Dapat Menginspirasi Kamu Untuk Melakukan Perjalanan”

  1. Waah…referensi filmnya bagus-bagus mas. Aku sudah nonton film the secret life of walter mitty. Beberapa kali nonton juga ga pernah merasa bosan.

    Di indonesia juga ada film tema perjalanan. Seperti film pencarian terakhir. Filmnya bagus sih menurutku, walaupun ada sedikit bumbu-bumbu horrornya 😀

    Liked by 1 person

    1. Iya, pernah dengar itu film “Pencarian Terakhir”. Cuma ya gitu deh, kurang suka dengan alur cerita yang kadang dibikin lebay 😀

      “5 Cm” termasuk dalam film yang hype dengan genre adventure. Penggarapannya juga bagus. Itu salah satu film adventure yang sukses

      Like

      1. 5cm memang sukses dan memberi dampak yang luar biasa, khususnya dalam dunia pendakian gunung di indonesia. Tidak bisa dipungkiri juga memberikan dampak negatif jga

        Liked by 1 person

  2. Thriller the motorcycles diarys udah kutonton, bagus ya …
    Adegannya menginsipirasi bermula naik motor perjalanan rute jauh sampai bertemu dengan budaya dan orang-orang baru.

    Selain itu, xixixi … adegan kiss-kissan nya hot yuaaa 😅
    Kayaknya kalo itu, menginspirasi juga ngga yaa … wkkkwkkk !

    Liked by 1 person

    1. Iya, mas. Ini film biopic-nya “Che” Guevara.

      Banyak yang nggak tahu sih film ini, padahal ini film keren menurut saya. Alur cerita, setting dan teknik serta pemilihan warna-warnanya asyik banget. A classic movie.

      Salam

      Like

  3. gw jg suka kalimat dr si mitty ini
    “Kadang kita hanya perlu menikmati dan menyimpannya dengan menggunakan mata hati dan mata jiwa”. 🙂
    pngenlh beradventure trus, tp ya bcara soal realistis ya. Dana krg menunjang kwkw

    Liked by 1 person

  4. The Secret Life of Walter Mitty, Into the Wild, sama 127 Hours… itu film yg buat aku nginget2 kalau pas mau jalan.. hehe.. yg lain nampaknya jg bagus. Thanks for sharing mas

    Liked by 1 person

    1. Into The Wild itu salah satu film favorit saya; Nah kalau suka 127 Hours, mbak mesti cari dan nonton film judulnya “6 Below – Miracle On The Mountain”… Film ini setipikal dengan 127 Hours, tentang bertahan hidup juga dan kisah nyata. Seru deh.

      Senang bisa berbagi.

      Salam

      Like

    1. Yes, itu film baru rilis bulan lalu. Film keren garapan Miles Production; sutradaranya Riri Riza.

      Ini kalau film bule judulnya “Road Trip”; film konyol anak-anak tanggung usia yang naik mobil melintas beberapa negara di Eropa. Gokil sih 😀

      Salam

      Like

  5. “keindahan dalam sebuah perjalanan tak selalu harus diabadikan dengan mata kamera. Kadang kita hanya perlu menikmati dan menyimpannya dengan menggunakan mata hati dan mata jiwa.”

    aku tertohok membacanya karna aku seringkali sibuk mengabadikan keindahan alam hiks

    Liked by 1 person

    1. Nah banyak orang masih melakukan itu kok, mbak. Karena konsep mereka masih berpikir “untung rugi” jika tidak sibuk memotret alam yang sudah kita “bayar” biaya travelingnya.

      Tapi sekarang konsep berpikir saya sudah banyak bergeser, sejak dapat “pencerahan” lewat film ini.

      Pengalaman pergi ke pemakaman raja-raja Jogja di Imogiri menjadikan traveling saya yang tidak motret, karena memang diperbolehkan. Jadi saya memotret dan membingkai cerita menggunakan mata hati dan mata jiwa. Susah iya, rugi pasti. Tapi rasa kepuasan batinnya berbeda ketika kita melakukan perjalanan seperti ini.

      Salam

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s