Go Blog Menolak Goblok

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis , ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” – Pramoedya Ananta Toer

Perkembangan media sosial di era digital saat ini semakin tak terbendung. Setiap orang beramai-ramai menunjukkan keberadaannya di berbagai jejaring sosial. Salah satu media untuk penyampaian ide atau buah pemikiran kita adalah media blog, selain dari jejaring sosial yang sudah ada seperti Facebook, Twitter, Tumblr, Instagram dan lainnya. Yang menjadi pembeda media blog dengan jejaring sosial lainnya adalah tak adanya batasan dalam penulisan kata/kalimat. Tentunya hal ini akan sangat menguntungkan buat kamu yang mempunyai hobi menulis.

Kenapa ngeblog?

Kenapa harus nge-blog?

Pertanyaan ini pernah saya dapatkan ketika berbincang dengan seorang rekan kerja. Ia memang suka membaca, hanya saja menurutnya saat ini banyak orang lebih memilih gambar bergerak (baca: video) untuk mendapatkan informasi daripada membaca artikel yang berderet memanjang ke bawah. Alasannya, tak banyak waktu. Namun saya menjelaskan bahwa penikmat baca saat ini masih banyak lho! Buktinya masih banyak penerbit yang menerbitkan buku-buku best seller dan orang masih banyak yang antri demi mendapatkannya. Bacaan yang berkualitas masih dirindukan dan mendapatkan tempat di hati para pembaca.

Kenapa harus nge-blog?

Selain sebagai media aktualisasi diri, saya punya 5 alasan mengapa memutuskan untuk nge-blog. Simak ya!

  1. Menolak Lupa

Saya pernah berdiskusi dengan salah seorang rekan dan dalam pembicaraan ringan namun seru itu tercetus kata “menolak lupa” ketika kita rajin menulis di blog. Teman saya spontan meng-amin-kan celetukan itu. Terbukti ketika dia mulai mencoba untuk menulis, rekaman-rekaman peristiwa atau kenangan yang mungkin telah lama mengendap di dasar ingatannya mengalir seperti air yang tertuang dengan deras begitu saja. Rekan saya sangat senang dan semakin rajin untuk membagikan pengalamannya, walaupun hanya tulisan-tulisan ringan. Hingga saat ini beberapa tulisannya rajin ia posting di jejaring sosial.

Nge-blog saya rasa dapat membantu mendorong dan memacu kreativitas otak kita untuk dapat menghasilkan karya yang memikat dan memukau. Membuat imaginasi kita terasah, penuh dengan ide kreatif dan tentu saja menghasilkan inovasi yang bagus untuk dibagikan lewat pemikiran kita.

“Menulis membuat otak saya membuka seperti parasut ketika digunakan dan melambat untuk menua”, begitu kata rekan saya. Kece ah!

Menolak Lupa

  1. Terapi Otak

Salah satu fungsi blog yang saya tahu adalah tempat curhatan pribadi. Mungkin dapat disamakan dengan buku diary semasa kita sekolah dahulu. Saya tidak mempunyai buku diary kala itu, namun punya sebuah buku tulis biasa yang didalamnya banyak goresan hasil karya tulisan (entah di mana buku itu sekarang keberadaannya…).

Saya percaya ketika kita menulis untuk blog pribadi, semua pikiran kita akan terpusat pada diri kita sendiri, pada benih pemikiran kita dan tentu saja komputer sebagai sarana menulis saat ini. Hal ini artinya, kita punya waktu untuk diri sendiri. Kita akan masuk dalam ranah “ruang senyap” yang bersifat pribadi. Me time? Ya, boleh dikatakan begitu.

Punya unek-unek soal tetangga yang doyan ribut? Atau soal gaji di kantor yang tak kunjung naik? Atau mungkin eneg dengan kelakuan para makhluk politikus? Jadikan semuanya itu sebagai bahan tulisan dan tuangkan dalam bentuk opini, ide maupun pemikiran di blog. Mengeluarkan keluh kesah dan keresahan itu adalah salah satu bentuk stress release, sehat dan baik bagi diri kita secara psikologis. Namun ada baiknya jika curhat masalah kantor di blog, dianjurkan memakai nama samaran daripada nantinya kamu bakal dipecat gara-gara tulisan itu.

Terapi Otak

  1. Tak Mudah Menyerah

Membuat blog itu sangat mudah. Sangat mudah bahkan seperti memencet tombol like, share atau Enter. Namun mengisi blog tersebut dengan tulisan karya kita dan mengelolanya dengan baik tak bisa dibilang mudah. Dibutuhkan tenaga, pikiran, waktu dan tentu saja kesabaran. Bagi saya, disinilah yang menyenangkan.

Kita akan selalu menemukan tantangan untuk menulis ide kreatif maupun opini yang cemerlang dalam setiap tulisan kita. Untuk apa sih? Untuk mampu bersaing dengan blogger lainnya. Proses kreatif akan bersaing dengan proses kreatif lainnya, yang tentunya ini menjadikan persaingan yang sehat dan menarik.

Kita dituntut terus belajar dalam proses kreatif untuk menemukan dan menciptakan konten-konten yang menarik. Tentunya akan butuh waktu yang lama untuk menelurkan sebuah artikel yang berkualitas. Menguras tenaga dan pemikiran dengan harapan artikel tersebut mendapatkan tempat di hati para pembaca. Kamu tahu kan rasanya ketika artikel yang sudah susah payah kita buat mendapatkan apresiasi dari pembaca berupa like dan share di jejaring sosial? Trust me, it’s enjoyable!

Tak Mudah Menyerah

  1. Menebar Ilmu dan Informasi

Ketika kita menulis, saya percaya bahwa kita sebenarnya sedang dalam proses belajar tentang bagaimana menyampaikan ide, pemikiran dan berinteraksi lewat tulisan. Kita juga belajar membuat artikel yang terstruktur dengan benar, penyusunan kata dan kalimat yang tepat serta nyaman ketika dibaca. Semuanya akan kita pelajari hingga akhirnya kita dapat menghasilkan sebuah karya tulisan yang baik.

Kita dapat menuangkan kembali proses belajar ini menjadi sebuah artikel “Tips & Trik Menulis” dan membagikannya dalam blog. Saya percaya dengan konten yang menarik, bermanfaat, dan dikemas dengan baik tentunya para pembaca tak segan untuk memberikan apresiasinya. Inilah yang dikatakan dengan menebar ilmu dan informasi. Menebar kebaikan untuk sebuah kebaikan akan berbuah kebaikan pula.

Informasi maupun ilmu yang disebarkan tentunya harus berdasarkan fakta dan riset yang sebelumnya kita lakukan. Sebaiknya hindari menebarkan tulisan hoax yang tak dapat dipertanggungjawabkan keabsahan maupun kebenarannya.

Share Ilmu dan Informasi

  1. Perpanjangan Mata, Telinga & Penyampai Rasa Bagi Pembaca

Saya sangat menggemari petualangan dan menjelajah negeri ini. Soal keindahan ragawi wisata di Indonesia, tak dapat dipungkiri. Namun juga perlu diingat, Indonesia sangat kaya akan budaya, adat istiadatnya serta kenikmatan kulinernya. Sebagai seorang travel blogger, dari sekian banyak tempat yang pernah saya kunjungi semuanya terekam dengan baik dalam artikel dan foto yang tertuang dalam blog pribadi.

Keindahan dan keelokan Gunung Bromo, kisah mistis maupun “untold stories” tarian Topeng Ireng di kawasan lima gunung Jawa Tengah, kebaikan dan keramahan suku di pedalaman Kalimantan, nikmatnya ikan Nike di Gorontalo maupun keindahan tenun Lombok adalah sebagian kecil dari kekayaan negeri ini yang dapat saya sebutkan. Ketika menuliskan kembali kisah perjalanan ini saya “meminjamkan” mata, telinga dan segenap indra perasa sebagai penyampai cerita bagi para pembaca  blog. Sehingga pembaca seolah-olah mengalami pengalaman yang sama dengan saya. Seru kan?

Perpanjangan mata dan telinga

Seorang Pramoedya Ananta Toer pernah berucap “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis , ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Lewat apa yang pernah ditulisnya, seseorang dapat dikenal dan dikenang hingga berabad-abad walaupun mereka telah tiada. Mulailah menulis dan biarkan dunia membaca karyamu lewat media blog di internet.

Jadi kapan kamu akan mulai menulis?

Artikel ini diikut sertakan dalam lomba Creator Contest C2live “Kenapa harus NgeBlog

#C2CreatorContest

 

Advertisements

21 Replies to “Go Blog Menolak Goblok”

  1. Alasan-alasan yg kadang anak-anak muda tidak pernah aware ttg “Menulis” tersampaikan dengan begitu baiknya….Menulis memang efektif mendokumentasikan semua kisah hidup Kita yg bisa saja terlupa dikemudian hari dan tulisan-tulisan itu akan melegenda minimal dalam hidup kita pribadi. Bersyukur lagi apabila artikel kita berguna utk orang lain disekitar Kita…..So Mari terus Menulis

    Liked by 1 person

  2. Bener banget apa yang dibilang mas.
    Kalo buat saya pribadi sih nulis itu lebih ke menuangkan ide.
    Jadi kayak gak mati gitu aja idenya.
    Dan lumayan juga kan buat bacaan di masa depan.
    Jadi kayak punya jurnal pribadi yang gak akan usang dimakan usia 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s