Play Fourplay Play

Sempat nggak percaya ketika forum milis JavaJazz Festival 2011 mengumumkan bahwa Fourplay bakal manggung di Jakarta; Heh yang bener nih? Gembira juga mendengarnya, mudah-mudahan beneran manggung deh! Tak sia-sia aku mengunggah doa dan harapan hahaha.

Maklumlah, walau aku bukan termasuk fans berat Fourplay seperti kegilaanku pada grup hard rock Bon Jovi, tetapi grup yang mengusung genre musik jazz kontemporer ini layak buat dilihat aksi panggungnya.

Kebetulan aku punya koleksi beberapa album Fourplay yang biasa didengar saat menemani kerja di kantor (dalam bentuk rip mp3 tentunya hihihi). Aku hafal beberapa komposisi lagu-lagu mereka. Baiklah, tontonan wajib di pentas Java Jazz Festival nanti.

Tanggal 6 Maret 2011, hari Minggu, aku meluncur ke bilangan PRJ tempat JavaJazz Festival 2011 diadakan; ini adalah hari kedua setelah malam sebelumnya aku juga berkesempatan nonton konser George Duke All Stars dan beberapa performer lain di ajang yang sama.

Bob James, Keyboard – Fourplay (Dok. pribadi)

Menurut jadwal konser Fourplay dimulai pukul 19.00 WIB tapi aku memutuskan untuk antri mulai pukul 18.15; dan ternyata tepat dugaanku, fans berat Fourplay juga sudah berjejer membentuk antrian yang cukup panjang.

Oh ya, sebelum antri aku sempat menonton pertunjukan Kahitna, Bonita and The Husband, Andra and The Backbone, Danjil dan Rhoda Scott. Nama yang terakhir adalah performer beraliran soul jazz yang sangat kental. Rhoda Scott memainkan Hammond Organ dengan sangat ciamik.

Beberapa komposisi yang dimainkan seperti musik di gereja ortodok saat ibadah Minggu pagi. Njelimet. Telingaku agak nggak pas karena musiknya terasa sangat “berat”. Kabur sajalah daripada ngantuk hehehe.

Kembali ke antrian di depan hall D1 tempat Fourplay bakal manggung, antrian sudah mengular dan makin penuh sesak. Aku sempat ngobrol dengan seorang tante separuh baya yang ternyata ia adalah fans berat Fourplay sejak remaja. Alamaaak! Keren juga nih tante bela-belain ikutan berdesakan.

Chuck Loeb, Guitar – Fourplay (Dok. pribadi)

Terlihat juga banyak abg unyu-unyu yang menurut aku mungkin terpaksa ikutan antre karena emak-bapaknya maniak Fourplay hahaha. Jelas mereka belum lahir saat Fourplay terbentuk.

Pukul 18.45 tanpa dikomando, tiba-tiba antrian yang berada di depan pintu gerbang serentak berdiri dan merapat persis ke depan pintu masuk. Padahal belum kelihatan tanda-tanda pintu gerbang bakalan dibuka. Menurut info penjaga pintu, di dalam masih check-sound. Bah… lama kaliii.

Arlojiku telah menunjukkan pukul 19.00. Antrian masuk makin penuh sesak dan panas. Teriakan “Buka… buka… buka… “ seakan nggak digubris penjaga pintu yang sudah kabur ke dalam hall dan pintu dikunci dari dalam. Aseeeemmm…

Nggak terasa sudah lebih dari 1 jam kami berdiri layaknya upacara bendera Senin pagi. Dem!

Pukul 19 lewat 22 menit, akhirnya pintu gerbang dibuka juga. Lombaan lomba laripun dimulai hahaha. Ya benar, kami lari dari pintu gerbang menuju depan panggung. Beruntung aku kebagian pas di bagian tengah panggung, deretan ketiga dari depan panggung. Aku sengaja memilih tempat itu dengan alasan kenyamanan nonton performance Fourplay. Tidak terlalu mendongakkan kepala plus sedikit ruang lega buat ambil foto.

Diatas panggung terlihat 3 personil Fourplay yang ternyata masih sedikit sibuk dengan urusan check-sound.

Nathan East, Bass – Fourplay (Dok. pribadi)

Bob James (keyboards), sesekali melempar senyumnya yang khas. New Yorkers satu ini berpenampilan rapi berdasi dan celana pantaloons tetapi bersepatu kets Converse warna hitam. Nathan East (bass), sibuk mengambil video lewat telepon selulernya dengan senyum keakrabannya. Chuck Loeb (guitar) yang tampak masih nye-tem gitarnya. Sementara Harvey Mason (drum) belum nongol.

Sesekali mereka bertiga berfoto dengan latar belakang audience yang sudah memenuhi hall D1. Konon kata temanku yang photographer resmi Java Jazz, hall D1 ini terisi penuh kurang dari 1 menit… gilak!!

Tepat pukul 19.32 konser dibuka dengan lagu “Max-O-Man”. Gilaak! Lagu ini memang familiar banget di telinga fans berat Fourplay. Aksi panggung yang atraktif dan sangat komunikatif dari para personilnya. Buat yang baru nonton grup ini manggung, permainan mereka asyik untuk disimak.

Geberan lagu “Eastbound” semakin membuat fans Fourplay bergoyang. Sementara akupun sibuk koor berjamaah dengan jamaah Fourplayiyah. Kamera ditanganku sesekali mengambil foto aksi panggung mereka. Panggung yang ditata sederhana tapi penuh dengan energi positif yang luar biasa.

Java Jazz Festival
Chuck Loeb, Guitar – Fourplay (Dok. pribadi)

Cabikan bass Nathan East, permainan enerjik penuh warna Bob James di keyboard juga permainan halus Chuck Loeb di gitar khas musik Fourplay, ditimpa pukulan yang bertenaga tetapi tetap rapi a la Harvey Mason. SEMPURNA!!

Padahal umur mereka sudah tidak bisa dibilang muda. Bob James sendiri sekarang kurang lebih udah 70 tahun umurnya.

Sedikit catatan malah ada di sound-system yang kadang suka ngadat namun tak mengurangi kenyamanan menonton. Berturut-turut lagu “Chant” yang disambung “Bali Run”. Diselingi 3 lagu berurutan yaitu “Let’s Touch The Sky”, “Pineapple Getaway”, “3rd Degree” yang diambil dari album baru mereka Let’s Touch The Sky.

Pada lagu yang disebut terakhir, permainan solo guitar Loeb membius para die-hard fans Fourplay. Rapi jali main gitarnya dah. Ampuuun di-jeee!

Beetwen The Sheets” menjadi lagu berikutnya yang ditindaklanjuti dengan koor berjamaah. Konser berlanjut dengan solo performance masing-masing personel. Kekompakan mereka dalam menghibur fans mereka patut diacungi jempol. Layak dapat bintang.

Bob James, Keyboard – Fourplay (Dok. pribadi)

Nathan East mengambil mic dan sedikit komunikasi dengan penonton. Ia bilang bahwa lagu berikutnya adalah lagu terakhir yang akan mereka bawakan dan tentunya itu adalah akal-akalan kuartet Fourplay. “After The Dance” menjadi lagu “penutup” konser malam itu. Paduan suara berjamaah kembali bergema di hall D1.

Lebih dari 1 jam sudah kebersamaan dengan Fourplay. Teriakan “We want more… we want more… we want more” dari fans Fourplay memenuhi ruangan aula hall.

4 orang personil yang tentunya sudah tidak muda lagi itu kembali dengan cengengesan. Satu lagu lagi mereka mainkan menjadi encore konser Fourplay. Sial, aku lupa judul lagunya. Semua fans pulang dengan puas dan damai sejahtera. Kerinduan akan tampilan musik jazz berkelas dunia sudah kami nikmati bersama malam itu. PERFECT!

Jakarta, Maret 2011.

— Unggahan ini sebagai bentuk penghargaan untuk Charles Samuel “Chuck” Loeb yang meninggal tahun 2017 dan kekangenan saya pada pentas Java Jazz Festival yang sudah 2 tahun terakhir vakum karena pandemi Covid-19.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: