Batu Ratapan Angin & Legenda Perselingkuhan 2 Anak Manusia

Batu Ratapan Angin; https://www.crazytravelmate.com/2016/02/melihat-telaga-warna-di-batu-ratapan.html

“Sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau juga” Sebuah kisah diceritakan tentang sosok pangeran tampan dan pasangannya seorang putri nan jelita, hidup rukun dan penuh cinta. Keduanya menjadi teladan hidup yang baik bagi rakyatnya. Namun keharmonisan hubungan kedua pasangan itu berubah saat muncul orang ketiga. Seorang  lelaki menggoda sang putri hingga memunculkan hubungan cinta terlarang diantara mereka. Kehadiran …

Soreng, Sekelumit Kisah Aryo Penangsang Dalam Sebuah Tarian

Soreng, Tari Soreng, Kesenian Soreng

“Hooaa… Hooaa…!!” teriak para penabuh gamelan bersahutan dengan irama musik. Bunyi keriuhan gamelan terdengar bertalu-talu di seberang sana. Begitu menghentak keras, bertenaga dan rancak. 12 orang penari terlihat mengikuti irama yang dihasilkan dari seperangkat alat musik yang ditabuh bergantian bertempo cepat. Ditambah bunyi gemerincing yang dihasilkan oleh krincingan pada setiap kaki para penari membuat para …

Perbincangan Di Warung Angkringan

Warung angkringan

“3 hari yang melelahkan,” pikirku sambil menghela napas. Lelah hati, badan dan pikiran. Belakangan, 3 hari terakhir aku fight maksimal dengan kerjaan. Remote site kantor di bilangan Menteng, bikin report (pakai acara salah pulak… huh!), dikerjain orang plus diomelin atasan. Malam hari sepulang dari tempat kerja masih disambung janjian dengan teman untuk pemesanan komputer. Berlanjut …

Outstadt, Sejenak Memutar Waktu Di Kota Semarang

“Terlalu manis untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamamu tinggallah mimpi” – SLANK, Terlalu Manis “Edan. Gerah banget,” gumamku sambil membasuh peluh di jidat. Kaos yang aku pakai basah oleh keringat di bagian punggung. Abang ojek daring bergegas melajukan kembali motornya setelah selesai mengantarku tepat di bilangan Taman Sri Gunting. Hawa kota Semarang masih terasa menyengat …

Pasar Ting Njanti, Kekunoan Yang Kekinian

“To travel is to live” – Hans Christian Andersen “Monggo pinarak, mas. Menika cenil kaliyan jus peleme”, begitu undang ibu penjual makanan kepadaku. Senyum yang lebar menghiasi wajahnya. Cenil dan jus mangga ia letakkan di depan deretan toples kaca dagangannya yang berisi cemilan ringan. Aku memilih duduk di bangku kayu panjang dan menikmati jajananku. Warung …

Senandung Sunyi Mangli

“Hampir setiap hari kita hidup dalam batasan yang dibuat orang lain, nilai kebenaran yang berlaku umum karena dibentuk lingkungan sosial kita. Perjalanan memberikan kita jeda dari itu, sedikit merdeka dari batasan tadi" – Windy Ariestanty Desiran angin sesekali berhembus cukup kencang, membawa hawa sejuk bercampur dingin menerpa badan. Aku menaikkan krah jaket dan merapatkan kedua …

Plant for Life

“Some see a weed; others see a wish" Jari jemari itu sibuk memungut satu demi satu benih tumbuhan dan memasukkannya ke dalam wadah plastik berisi tanah. Dari ujung kiri bagian atas, wadah-wadah plastik kecil itu tersusun berderet, sangat rapi di atas nampan kayu. Ukuran nampan kayu itu tak beraturan, ada yang cukup besar sementara lainnya …