Batu Pandang Ratapan Angin & Legenda Perselingkuhan 2 Anak Manusia

Batu Pandang Ratapan Angin atau Batu Pandang Dieng

“Sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau juga” Sebuah narasi cerita rakyat yang diyakini sebagai latar belakang Batu Pandang Ratapan Angin, salah satu tempat memandang keelokan paras alam di Wonosobo. Alkisah, diceritakan tentang sosok pangeran tampan dan pasangannya seorang putri nan jelita, hidup rukun dan penuh cinta. Keduanya menjadi teladan hidup yang baik bagi rakyatnya. Namun keharmonisan hubungan …

Soreng, Sekelumit Kisah Aryo Penangsang Dalam Sebuah Tarian

Soreng, Tari Soreng, Kesenian Soreng

“Hooaa… Hooaa…!!” teriak para penabuh gamelan bersahutan dengan irama musik. Bunyi keriuhan gamelan terdengar bertalu-talu di seberang sana. Begitu menghentak keras, bertenaga dan rancak. 12 orang penari terlihat mengikuti irama yang dihasilkan dari seperangkat alat musik yang ditabuh bergantian bertempo cepat. Ditambah bunyi gemerincing yang dihasilkan oleh krincingan pada setiap kaki para penari membuat para …

Perbincangan Di Warung Angkringan

Warung angkringan

“3 hari yang melelahkan,” pikirku sambil menghela napas. Lelah hati, badan dan pikiran. Belakangan, 3 hari terakhir aku fight maksimal dengan kerjaan. Remote site kantor di bilangan Menteng, bikin report (pakai acara salah pulak… huh!), dikerjain orang plus diomelin atasan. Malam hari sepulang dari tempat kerja masih disambung janjian dengan teman untuk pemesanan komputer. Berlanjut …

Brown Canyon, Senja Di Penghujung Hari

“Dusk of today embrace a new beginning of tomorrow - Prince Rogers” Berburu (baca: menikmati) senja menjadi waktu yang istimewa bagi diriku, sama halnya saat mengejar matahari terbit di ujung Timur. Aku menyukai semburat warna-warni yang dihasilkan oleh bias sinar matahari di kedua waktu itu, menjelang pagi atau di penghujung sore hari. Waktu yang sakral, …

Outstadt, Sejenak Memutar Waktu Di Kota Semarang

“Terlalu manis untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamamu tinggallah mimpi” – SLANK, Terlalu Manis “Edan. Gerah banget,” gumamku sambil membasuh peluh di jidat. Kaos yang aku pakai basah oleh keringat di bagian punggung. Abang ojek daring bergegas melajukan kembali motornya setelah selesai mengantarku tepat di bilangan Taman Sri Gunting. Hawa kota Semarang masih terasa menyengat …