Berpetualang ke Haratai

Gledug… Gledug… Gledug! Begitu bunyi ban motor yang aku tumpangi ketika beradu dengan kayu jembatan gantung. Badanku bergetar cukup kencang diatas jog motor ojek yang kunaiki, ketika roda motor menghantam jembatan kayu itu. Sementara terlihat di bawah jembatan gantung, sungai Amandit mengalir cukup deras. Di sepanjang perjalanan yang didominasi jalur tanjakan dan turunan curam itu, tukang ojek tampak sedikit kesulitan mengatasi medan yang ada. Bukan kebetulan kalau siang itu baru saja turun hujan, membuat jalur yang kebanyakan masih tanah liat itu semakin liar untuk ditaklukkan. Tetapi dasar mereka ini sudah saban hari dan cakap mengemudikan motornya, tidaklah menjadi hambatan bagi mereka melibas jalur “neraka” itu. Ternyata motor ojek merekapun sudah dimodifikasi rodanya sesuai dengan kondisi jalan off road.

DCIM100MEDIA
Jembatan pemacu adrenalin

Pelancong yang menyukai aktivitas avontur tidak ada salahnya jika mengunjungi air terjun Haratai. Curug yang berada di desa Haratai, kecamatan Lok Sado, kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan ini sedang menggeliat untuk menjadi tujuan wisata unggulan. Dapat ditempuh kurang lebih 45 menit dari pinggir jalan besar kecamatan Lok Sado dengan menggunakan jasa tukang ojek dan membayar ongkos Rp70.000. Bisa saja jika anda mau berjalan kaki menuju air terjun, hanya waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. Mengingat Haratai terletak di deretan pegunungan Meratus, tentunya suguhan pemandangan alam yang asri dengan pohon-pohon menjulang tinggi khas pegunungan tropis akan segera tersaji dalam perjalanan menuju ke sana. Pada beberapa titik, anda akan melewati jembatan gantung yang terbuat dari kayu. Sekilas kelihatan sudah renta, tetapi jangan takut jembatan kayu ini ternyata masih cukup kokoh konstruksinya.

Jalur yang sempit di jembatan gantung kadangkala memaksa motor yang  kami tumpangi harus berhenti sejenak ketika berpapasan dengan sepeda motor yang berlawanan arah. Perjalanan kemudian berlanjut dengan berjalan kaki sekitar 200 meter hingga lokasi air terjun Haratai, sementara motor dapat dititipkan di tempat parkir ala kadarnya. Jalur yang dilalui merupakan jalan setapak berupa tangga beton, diharapkan untuk tetap berhati-hati karena tangga ini cukup licin ketika hujan. Aku sempat hampir terpeleset karena kurang awas ketika melangkah. Hawa di sekitar air terjun ini lumayan sejuk. Di kanan dan kiri terpampang hutan lebat dengan pohon-pohon kayu seakan mencakar langit saking tingginya.

DCIM100MEDIA
Air terjun Haratai dengan debit airnya yang melimpah

Aku sempat berbincang dengan Pak Sukran, penjaga di air terjun Haratai ini. Sebelumnya ia adalah seorang mantan kepala desa di Haratai. Di sini ia bersama dengan penduduk setempat berinisiatif membangun beberapa fasilitas penunjang untuk kenyamanan wisatawan.

“Dulu orang datang ke sini hanya untuk berswafoto lalu pulang. Kami berpikir, kenapa tidak dibuat tangga dan rakit di sekitar kolam air terjun. Supaya wisatawan dapat bermain air dan mandi di sana. Ini semua hasil swadaya masyarakat sini,” begitu katanya lebih lanjut.

Haratai mempunyai ketinggian sekitar 20 meter dan bertingkat tiga. Debit airnya sangat berlimpah dan berarus deras. Debit air ini akan bertambah jika tiba musim penghujan. Terdapat telaga di bawah air terjun yang dapat dipergunakan untuk sekedar berendam. Disediakan juga ban untuk pengunjung yang ingin mandi. Saya sempat bertemu dengan beberapa wisatawan lokal ketika mengunjungi tempat ini. Harga tiket masuk ke Haratai hanya Rp 5000.

DCIM100MEDIA
Jembatan gantung menuju lokasi air terjun

Fasilitas penunjang seperti gazebo, kamar mandi dan kamar ganti sudah tersedia. Juga ada warung yang menjual makanan ringan. Disarankan bagi anda yang ingin berkunjung ke Haratai memakai sandal gunung atau alas kaki yang nyaman, sertakan pula air minum dan sedikit bekal makanan. Serta tak lupa untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah bekas makanan atau minuman ke tempat sampah ya.

“Banyak wisatawan lokal maupun manca negara yang datang ke sini. Mereka ada yang menginap disini dengan membuka tenda. Biasanya ramai pada hari libur. Sebenarnya ada goa dan air terjun di atas Haratai ini, hanya saja kami masih terkendala akses menuju ke sana. Kami sedang mengajukan perbaikan sarana menuju ke sana, supaya wisatawan juga dapat melihat keindahan alam lainnya,” begitu jelas Pak Sukran dengan sumringah.

00__DSCN2004
Jembatan sebagai fasilitas umum hasil inisiatif warga sekitar

Tatapan matanya seperti terlihat penuh pengharapan. Lumrah jika ia berkata demikian. Jiwa melayani sebagai mantan kepala desa tentunya ingin warga disekitarnya turut menikmati hasil dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke air terjun ini.

Jika anda ingin mencari ketenangan dan ingin menyatu dengan alam, air terjun Haratai boleh dimasukkan dalam bucket list wisata anda. Dengan catatan datanglah ke tempat ini bukan pada musim liburan, tentunya anda tak akan menemukan ketenangan itu.

Selamat berjalan-jalan. Yuuk sampaikan keindahan alam Indonesia ke dunia!

Advertisements

3 Replies to “Berpetualang ke Haratai”

  1. Gak sekalian main bambu rafting. Main ke sini memang menyenangkan sih. Kalau waktunya banyak mending jalan saja. Tapi kalau males, naik ojek motor kayak ini boleh juga. Tapi, kalau pas hujan agak gak nyaman. Licin soalnya hehehe 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s