Pulo Cinta, Petualangan Cinta di Atas Karang

Sebuah kisah diceritakan tentang seorang pangeran muda Gorontalo yang bertemu dan jatuh hati kepada seorang gadis cantik putri seorang pedagang Belanda. Di antara tetesan darah dan bau bubuk mesiu, kedua insan dari pihak yang bertikai saling mencintai. Rasa yang tumbuh di tengah pertikaian menjadi sorotan banyak mata, kedua pasangan lantas memutuskan untuk lari dan bersembunyi di sebuah pulau tengah laut. Di pulau tengah laut keduanya menjadi sepasang kekasih, lari dari kungkungan yang menahan cinta mereka. Sebuah narasi legenda rakyat yang dipercaya sebagai latar belakang Pulo Cinta, atol (karang) yang berada di tengah laut.

Jika dilihat dari wilayahnya Pulo Cinta terletak di teluk Tomini, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Untuk menuju ke Pulo Cinta, kamu dapat menempuh perjalanan darat selama kurang lebih dua jam menuju arah barat kota Gorontalo. Perjalanan akan melewati jalur trans Sulawesi. Dari pelabuhan Kabupaten Boalemo, perjalanan berlanjut menggunakan kapal motor yang akan menghantarkanmu menuju Pulo Cinta.

Dibutuhkan waktu sekitar 25 menit melintasi teluk Tomini hingga sampai di dermaga Pulo Cinta. Resort dibangun di atas karang laut yang tertutupi oleh gusung (gundukan) pasir halus. Jika kamu berniat untuk menginap di sana, siapkan dirimu untuk hanya menikmati suasana sepi, tenang dan indahnya laut. Di sekeliling resort hanya ada laut dan pasir timbul (gusung). Jika dipandang dari udara, gusung pasir putih ini berbentuk menyerupai hati. Itulah mengapa dinamakan Pulo Cinta (Love Island).

View this post on Instagram

Menurut kisah legenda yang dipercaya masyarakat, @pulocinta ternyata adalah tempat "secret rendezvous" antara Pangeran muda Gorontalo dengan seorang putri cantik dari negeri Belanda. . Mereka terlibat dalam sebuah kisah cinta yang terlarang. Persengketaan dan juga perbedaan ras menjadi palang pintu bagi cinta mereka. Macam kisah cinta Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri gitu deh. . Pulau ini menjadi jawaban bagi kelangsungan cinta mereka berdua. Ngapain ya cuma berdua di pantai sunyi? Jadi ingat film "Blue Lagoon" nya Brooke Shield… Hahahaha . Artikel selengkapnya silahkan dibaca di majalah in-flight #citilink bulan depan ya. . Pilot drone: @skinnymonkey . #travel #travelphoto #travelphotography #travelblogger #photography #photographer #wisatagorontalo #gorontalo #blog #travelgram #traveller #pulocinta #exploregorontalo #dronephotography #travelTVtoday

A post shared by Yokhanan PRASETYONO (@burgerk3ju) on

Konsep bangunan resort Pulo Cinta tampaknya mengadopsi bangunan perkampungan suku Bajo yang juga berdiri di atas laut dangkal. Resort Pulo Cinta ini mendapatkan julukan “Maldives van Gorontalo”. Kamu akan disuguhi pemandangan yang mempesona ketika berjalan menyusuri jembatan kayu yang menjadi penghubung antar resort. Dikelilingi lautan dangkal berwarna hijau-tosca dan biru menawan menyatu dengan indah dengan pasir putihnya. Membentuk pemandangan alam yang mengundang siapapun untuk menikmati keindahan ragawi Pulo Cinta.

Saya berbincang dengan Roni Sendana sebagai narasumber dari Pulo Cinta, menjelaskan bahwa resort yang diresmikan 3 tahun lalu ini mengusung konsep eco resort.

“Setiap resort yang kami bangun di Pulo Cinta tidak berpendingin ruangan, karena semua sistem ventilasi telah kami desain sedemikian rupa sehingga aliran udara memenuhi kebutuhan ruangan dengan baik. Tak hanya itu saja, Pulo Cinta juga menggunakan panel tenaga matahari untuk menggerakkan listriknya. Itulah mengapa kami menamakan tempat ini eco resort,” jelas pak Roni Sendana.

Pulo Cinta Eco Resort
Tak disangkal lagi, ragawi Pulo Cinta memang ciamik; kamu dapat menginap di resort-resort yang ada.

Pulo Cinta Eco Resort memiliki 15 unit cottage yang semuanya mempunyai ruang tamu yang luas, TV LED dengan saluran internasional, koneksi internet nirkabel dan juga built-in audio system yang bakal memanjakan telinga kamu.

Keindahan Pulo Cinta Eco Resort dapat disandingkan dengan resort mewah yang ada di Bora-Bora ataupun Maldives.

Saya merekomendasikan tempat ini bagi kamu yang menggemari fotografi dan juga petualangan laut. Tidak perlu menginap, mengunjungi untuk sekedar berfoto juga dapat  dilakukan. Konsultasikan dengan pihak resort untuk melakukan fotografi pra-nikah, ada biaya tambahan untuk melakukan hal tersebut. Setiap pojok resort ini sangat fotogenik bahkan pemotretan dengan kamera ponsel sekalipun.

“Banyak para pengunjung yang datang ke Pulo Cinta hanya untuk sekedar swafoto dan kemudian mengunggahnya ke jejaring sosial. Kami memperbolehkan mereka datang, selain tamu-tamu yang menginap di sini. Hanya saja kami membatasi waktunya satu jam. Karena kami tak ingin tamu-tamu yang menginap merasa terganggu oleh kedatangan mereka,” pungkas pak Roni Sendana.

Pulo Cinta juga memiliki pemandangan bawah laut yang menawan. Keindahan  alam bawah laut teluk Tomini antara lain koral Salvador Dali yang sangat langka dapat kamu temui di sini. Kamu dapat menyaksikan koral dengan ukuran raksasa ini dari dekat. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Pulo Cinta adalah pada sore hari. Selain menghindari panas yang menyengat, pemandangan matahari terbenam akan menjadi latar belakang yang indah untuk kamu abadikan. Pulo Cinta adalah tempat yang tepat kamu kunjungi bersama keluarga maupun dengan teman-teman terdekat atau menjadi pilihan bagi kamu yang ingin berbulan madu. Pulo Cinta akan membuatmu jatuh cinta.

PULO CINTA ECO RESORT
Boalemo, Gorontalo – Indonesia

*Artikel ini telah ditayangkan di majalah LINKERS (in-flight magazine Citilink)  edisi bulan Agustus 2018

Advertisements

8 Replies to “Pulo Cinta, Petualangan Cinta di Atas Karang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s