Surat Untuk Tuhan

“May HE give you the desire of your heart

and make all your plans succeed”

~ King David, Psalm 20: 4

Pernahkah kamu mereka-reka kehidupanmu di masa depan 10, 20, 30 tahun yang akan datang menjadi seperti apa? Apakah sketsa masa depanmu itu suram atau gilang gemilang?

Aku menyurati Tuhan sebagai bentuk rasa terima kasihku. Surat yang aku buat setelah aku mengalami teleportasi ke masa depan. Menembus waktu dan melihat bagaimana kehidupanku di masa 40 tahun mendatang. Tentunya teleportasi disini hanya perjalanan angan, namun aku dengan sengaja menaruh nafas hidup dan memberikan asa di anganku kala sekarang. Mengimani dan mengaminkan apa yang akan terjadi di masa mendatang pada kehidupanku.

Kalau kamu, apa mimpimu di masa depan?


Dear God,

Big Boss (1), apa kabarMu hari ini? Surga aman kah?

Kali ini aku tidak akan mengajukan sederet komplain ataupun berlarik-larik kertas berisi daftar permintaan pun deretan dosa yang menunggu untuk Kau ampuni. Hari ini aku ingin berterima kasih atas segala pemberianMu selama hidupku.

Aku bersyukur dan berterima kasih karena hari ini adalah tepat hari ulang tahunku yang ke 80. Usia yang disebut kebanyakan orang sebagai usia senja, namun bagiku age is just about a number. Aku masih diberikan kekuatan untuk jalan santai setiap pagi, kurang lebih 2 Km pergi pulang keliling komplek perumahan. Bono, anjing Labrador berwarna coklat kesayangan seisi rumah selalu menemani saat aku berjalan pagi. Terkadang istriku juga ikut serta berjalan bersama.

Aku berterima kasih karena Engkau begitu baik, sangat baik dan menyertaiku selalu. Di dalam setiap jejak langkahku, tak pernah sekalipun Kau tinggalkan aku sendiri. Di dalam segala musimku, Engkau selalu ada. Terima kasih ya, Boss-ku.

Surat Untuk Tuhan
A happy family

Hari ini aku dikelilingi orang-orang yang aku sayangi, semuanya tersenyum bahagia. Istriku Rachel, anak-anakku Andra & Ganes, cucu-cucuku Muel, Winda, Abe & Keanu yang saat ini mereka bertumbuh makin besar. Makin berat dan sudah mulai masuk sekolah. Abe & Keanu masuk sekolah TK dan SD. Aku melihat wajah-wajah sumringah mereka dengan tawa tergelak.

Abe merengek minta duduk di pangkuanku. Cucuku yang satu ini memang menyenangkan dan lucu. Kesukaannya ngemil ginger cookies. Padahal kue kering itu kan adanya pada saat perayaan Natal ya… Hehehe.

Anak-anak mantuku, Sam dan Rona, mereka adalah anak-anak mantu terbaik buat kedua anakku. Mereka anak-anak mantu tersayang.

Buat istriku, Rachel, wanita yang sangat aku sayangi. Aku bersyukur Big Boss mengirimkan dia sebagai pendamping, penolong dan penopang yang sepadan untukku. Ia terlihat begitu cantik malam ini. Senyumnya yang selalu renyah tak pernah lepas dari wajah bulatnya.

Surat Untuk Tuhan
A bright sunny day

Widyo, teman terbaikku, malam ini ia datang beserta keluarganya sama seperti tahun-tahun sebelumnya bila aku berulang tahun. Kalya, anak mbarepnya, sudah mulai bekerja di salah satu perusahaan ternama. Kali ini aku paksa dia untuk memberikan kata sambutan di hari ini. Aku senang mendengarnya berbicara di depan orang banyak. Ia mengatakan sangat terispirasi oleh kisah dan pengalaman hidupku. Kami telah bersahabat lebih dari 25 tahun. Aku bersyukur punya sahabat yang baik seperti dia.

Terima kasih juga untuk teman-teman di perusahaan lamaku yang memberikan waktunya untuk datang malam ini. Aku ber-reuni kembali dengan mereka setelah sekian lama tak bersua. Beberapa tampak  menua, namun semangat mereka luar biasa. Walaupun gigi mereka tak utuh lagi, namun wajah mereka terlihat ceria dan bahagia. Syukurlah.

Erwin dan Eka, mereka berdua pernah menjadi rekan kerjaku, terlihat agak kesulitan ketika mesti mengunyah masakan olahan daging sapi yang dihidangkan. Maklumlah, deretan gigi mereka sudah banyak yang tanggal.

Surat Untuk Tuhan
A cup of latte

“Santai, Sob… Di sebelah kanan kalian, di deretan meja buffet ada bubur ayam, tuh. Bagus buat gigi kalian, tinggal telan saja tidak usah dikunyah!” teriakku pada mereka berdua.

Erwin dan Eka hanya tertawa, memperlihatkan deretan gigi yang kelihatan seperti gawang sepak bola.

Oh ya Boss, bisnis perusahaan tempat aku bekerja dulu sekarang makin berjaya, berkembang dan maju. Semakin banyak karyawan yang diberkati oleh perusahaan ini. Terima kasih aku pernah menjadi bagian dari grup besar ini.

Surat Untuk Tuhan
Relax

Boss-ku, aku juga bersyukur untuk anak-anak panti asuhan yang datang. Mereka sengaja datang ke pesta kali ini, untuk berterima kasih karena aku diberikan kesempatan untuk membantu dan memberikan santunan bagi rumah panti mereka. Mereka lucu-lucu, apalagi ketika berebut memberi salam kepadaku. Sampai berebutan satu dengan yang lainnya. Aku tersenyum lihat tingkah polah mereka.

Matur nuwun ya, Boss-ku. Engkau memberikan kepadaku kesempatan untuk menjadi saluran berkat bagi mereka. Sungguh sebuah kehormatan yang Engkau karuniakan dan itu sangat menyenangkan.

God gave you a gift of 86.400 seconds today.

Have you used one to say ‘Thank you?’

~ William A. Ward

Terakhir, Boss-ku. Aku ingin sekali lagi pergi ke sebuah pantai bernama Tanjung Aan di Lombok Tengah. Disana aku ingin menikmati saat matahari terbenam di ufuk Barat berlatar depan Batu Payung. Tentu saja berdua dengan istriku Rachel.

Nanti aku akan kirim postcard untuk-Mu, Boss. Boleh ya?

Surat Untuk Tuhan
A letters for GOD

Usiaku saat ini sudah 80 tahun, Boss. Mungkin tak lama lagi aku akan pulang dan bertemu dengan orang-orang yang aku sayangi di nirwana. Kerinduanku untuk tetap menjadi suami yang setia bagi istriku, Rachel. Aku sangat menyayanginya. Biarlah aku mengekalkan semua senyum, tawa dan “ocehan”nya di sisa waktuku. Izinkan aku mendampinginya sampai maut memisahkan kami.

Di sisa hidupku, biarlah aku tetap diberikan kekuatan untuk menjadi saluran berkatMu dan inspirasi bagi orang-orang lewat kehidupan dan juga tulisan-tulisanku.

Terima kasih untuk perjalanan yang luar biasa ini, Boss.

Magelang, April 2019.

Note: – (1) Big Boss / Boss adalah panggilan kesayanganku untuk Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s