Plant for Life

“Some see a weed; others see a wish”

00 Bibit Tanaman_2
Media penyemaian benih.

Jari jemari itu sibuk memungut satu demi satu benih tumbuhan dan memasukkannya ke dalam wadah plastik berisi tanah. Dari ujung kiri bagian atas, wadah-wadah plastik kecil itu tersusun berderet, sangat rapi di atas nampan kayu. Ukuran nampan kayu itu tak beraturan, ada yang cukup besar sementara lainnya tampak  lebih kecil. 2 orang wanita empunya jari jemari telaten itu, ternyata sedang menyemai benih yang akhirnya aku tahu itu adalah benih buah tomat. Mereka berdua terlihat sangat sabar, 1 lubang terisi 1 benih buah tomat. Lubang tersebut selanjutnya akan ditutup dengan tanah.

Pada sisi yang lainnya, berjarak 2 langkah kaki orang dewasa, satu perempuan tampak melubangi wadah-wadah plastik dengan sebatang kayu. Batang kayu kecil itu berukuran sebatang pensil. Ia membuat sebuah lubang kecil pada salah satu sisi pinggir wadah itu.

“Mengapa tidak di bagian tengah saja, bu?” tanyaku mencari tahu.

00 Melubangi Tanah
Melubangi tanah pada sisi atas wadah plastik.

Perempuan itu tersenyum dan menjawab, “Sampun biasane kados mekaten, mas.” Sudah biasanya begitu, mas – begitu kira-kira jika aku terjemahkan dalam Bahasa Persatuan kita.

Baca juga: Transformasi Dusun Pentingsari Menjadi Desa Wisata Yang Mendunia

Ternyata jika diurutkan, proses melubangi tanah di wadah plastik ini merupakan urutan pertama sebelum selanjutnya tahap memasukkan benih buah tomat ke dalamnya. Proses selanjutnya adalah meletakkan nampan-nampan kayu yang telah terisi benih itu pada tempat berjejer yang terbuat dari bambu panjang. Beberapa lajur berada di luar terpapar sinar matahari langsung, sebagian berada di dalam bangunan.

00 Menyemai Benih
Menyemai benih buah tomat.

Bangunan ini cukup panjang dan lebar, lebih tepatnya mirip kandang sapi. Terbuat dari bambu tanpa sekat dan pintu.

Mas Suseno, pria berumur sekitar 30-an, bergegas menyusun nampan-nampan kayu itu. Ia mengatakan, selanjutnya dibutuhkan waktu 20 – 25 hari untuk benih bertumbuh menjadi tunas. Tugasnya menyiram bakal tanaman-tanaman buah tomat itu 2 x seminggu, tergantung pada kondisi cuaca. Usaha penyediaan bibit buah tomat dan sayur sawi ini adalah miliknya sendiri.

Baca juga: Candi Ijo, Senja Yang Berkelas

“Saya mempunyai usaha ini sebenarnya ingin membantu petani dalam penyediaan bibit, mas. Nggak perlu untung besar, sik penting kerja,” lanjut Mas Suseno sambil menyiram bibit tanaman.

00 Bibit Tanaman
Bibit tanaman yang siap dijual ke petani.

Saat tunas bertumbuh menjadi bakal tanaman, saat itulah petani dapat membelinya. Rp160 / bibit tanaman.

Entah mantra, harapan serta doa-doa apa yang diunggah Mas Suseno beserta para pekerjanya saat menyemai benih-benih itu, namun tak ditemui yang namanya kesulitan dalam masalah penghidupan sehari-hari. Begitu penuturan mereka.

Sesederhana itu. Semesta memang adil.

 

Kopeng, Salatiga – Maret, 2019

14 Replies to “Plant for Life”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s