"Saat raungan mesin berbunyi, saat itulah hidupmu dimulai" - anonymous Raira, seorang pembalap go kart berjongkok di depan mesin balapnya sebuah go kart bernomor 87. Ia terlihat khusyuk. Sudah menjadi kebiasaan bagi para pembalap untuk "berbicara" kepada tunggangannya sebelum memulai sebuah balapan; tak terkecuali pembalap kelas dunia seperti Valentino Rossi pun melakukan hal yang sama. …
Jakarta, Balikan Sama Mantan
"Engkau di sana, aku di sini. Meski hatiku memilihmu. Yang t'lah kau buat sungguhlah indah. Buat diriku susah lupa." Mantan Terindah - Raisa --- Kisah sebelumnya yang wajib dibaca Aku pulang. Jakarta menjadi tempat perhentianku selanjutnya setelah masa “pengasingan” selama kurang lebih 1 tahun di kota Seribu Bunga, Magelang. Di kota tempat Pangeran Diponegoro ditangkap …
Kita Perlu Sejenak Jeda
"Terkadang istirahat sejenak adalah pilihan yang tepat. Terkadang memaksakan kehendak bisa berujung tersesat." - Anonymous Bumi tak sepanas terik matahari siang tadi. Terlihat binarnya makin meredup. Perlahan namun pasti senja akan segera menggantikannya. "Aku capek banget hari ini. 2 hari ini dihajar training di kantor," selarik pesan singkatmu terlihat di notifikasi gawai pintar. Aku mengetuk …
Kopi Ontel, Ngopi Sambil Berbagi
“Kopi apa yang terbaik di dunia? Kopi yang kau suka, itulah kopi terbaik di dunia.” Cuaca mendung disertai rintik gerimis cukup deras menghantarkan kami sampai di parkiran Kopi Ontel. Mas Cleo, pemilik dan peracik kopi Kopi Ontel menyambut kami dengan ramah di kedainya yang berlokasi di bilangan Jatirasa, Jatiasih, Bekasi Selatan. Kedai kopi mungil ini …
Magelang dan Senandung Cinta Yang Pernah Hilang (2)
"Tak ada yang salah dengan sejenak menepi. Memberi jeda pada diri untuk perjalanan yang telah menanti. "-- @burgerk3ju Baca bagian sebelumnya Perjalanan ke Ternate & Manado selama 2 minggu seakan menjadi jamu yang manjur sekaligus penawar kegalauan setelah kegagalanku berangkat ke Maldives. Sisa waktu 2 minggu yang tak akan aku sia-siakan hilang begitu saja. Sebentar …
Continue reading "Magelang dan Senandung Cinta Yang Pernah Hilang (2)"
Magelang dan Senandung Cinta Yang Pernah Hilang (1)
“Kita tengah berjuang dan menuju titik temu dengan cara dan jalan ceritanya masing-masing” “Bu, seandainya aku diterima kerja di luar negeri ibu bakal kasih izin aku berangkat nggak?” aku bertanya kepada ibuku. Malam itu sengaja aku menelepon untuk menanyakan kabar sekaligus memohon izin darinya. Ia terdiam sebentar. Pelan ia menghela napasnya, terdengar lewat lubang speaker …
Continue reading "Magelang dan Senandung Cinta Yang Pernah Hilang (1)"
Gunung Prau, Perjalanan Menembus Sunyi (3)
“Pada akhirnya, setiap orang adalah perjalanan bagi manusia lainnya. Dan setiap perjalanan terbuat dari 2 hal, pertemuan dan perpisahan.” – Sungging Raga Baca bagian sebelumnya... KEMBALI PULANG “Gimana nih, lanjut perjalanan atau balik kanan?” tanya Bayu kepada kami bertiga. Puncak gunung Prau yang sesungguhnya tertutup kabut yang tebal di kejauhan. “Kalau aku sih lanjut, bro. …
Continue reading "Gunung Prau, Perjalanan Menembus Sunyi (3)"
Gunung Prau, Perjalanan Menembus Sunyi (2)
“Jika belum bisa berbagi harta, berbagilah sukacita.” - Amadya Baca bagian sebelumnya... TRUST YOUR HOPE, NOT YOUR FEAR Kami berempat akhirnya sampai di Dieng. Jam tangan menunjukkan pukul 02.00 pagi. Udara dingin menusuk hingga ke tulang sementara desiran angin malam terdengar cukup kencang. Puncak gunung Prau tak terlihat karena tertutup gelapnya malam. Pepohonan tinggi bergoyang …
Continue reading "Gunung Prau, Perjalanan Menembus Sunyi (2)"
Gunung Prau, Perjalanan Menembus Sunyi (1)
“Dalam setiap perjalanan ada cerita.” - Amadya “Mas Yo, ada jalur baru nih ke puncak gunung Prau. Kapan mau nanjak?” tanya pak Didik. Ia adalah tour guide lokal dari Dieng, Wonosobo. Ia telah beberapa kali menemaniku dalam 2 tahun terakhir jika aku melancong ke Dieng. Pak Didik berusia separuh baya, seorang yang sederhana dan mengerti …
Continue reading "Gunung Prau, Perjalanan Menembus Sunyi (1)"
Antara Aku Dan PantaiMu
"Pantai itu menyenangkan, sedangkan gunung itu menenangkan" – Anonim Bahwasanya untuk menikmati suatu keindahan itu dibutuhkan pengorbanan yang tak mudah. Suasana tenang sembari menikmati hempasan ombak yang susul menyusul membasuh pasir pantai. Sementara di ufuk Timur matahari terbit nan megah bakalan memuntahkan sinarnya dan menyapa wajahmu dengan lembut. Demikian kata mas Alex, pemilik hostel tempatku …

